Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Friday, December 12, 2014

Semua Memang Luar Biasa dan Ini Tidak Berlebihan


Saya berangkat dari rumah siang hari, saat laki-laki shalat Jumat. Rencananya ingin ke jalan Kaliurang. Karena motor yang biasa saya pakai bocor ban belakangnya, maka saya meminjam motor Pakdhe. Motor ini memang ajaib. Sudah ngak ngik suaranya. Rem depan dan belakang agak-agak seret, tapi masih bisa jalan. Jadi sebenarnya saya perlu dzikir banyak-banyak saat mengendarainya. Dan itu yang tidak saya lakukan, karena sepanjang jalan saya hanya menyanyi. Astaghfirullahaladzim.

Sedang asik-asiknya bernyanyi karena tiba-tiba saya mendapat inspirasi nada, tiba-tiba motor ini melambat, semakin lambat dan, o la la. Macet!

Macet bukan sembarang macet karena motor ini mesinnya hidup tapi bannya benar-benar tidak mau diajak maju atau mundur. Ngunci. Saya yang awam masalah permotoran bengong. Kok bisa ya? Beberapa Bapak yang lewat selepas Jumatan memandangi saya heran, dan berlalu. Kerennya lagi, handphone saya tinggal di rumah dan saya nggak bawa duit yang memadai. Perfect. Duh harus gimana ya, tapi saya tenang saja, saya yakin Allah melihat hambaNya yang culun ini dan sbentar lagi entah bagaimana caranya pasti Allah menolong saya. Saya yakin begitu karena sudah berkali-kali Allah menyelamatkan saya.

Tuh kaan bener... seorang Bapak menghampiri saya, dalam hati saya percaya bahwa orang ini pasti mau nolongin saya. Ha ha ha. 

"Motornya kenapa mbak?"
"Nggak tau nih Pak, kayanya bannya ngunci."

Lalu Bapak itu ngiterin motor saya, mengecek bannya dan membantu menepikan motor (Awalnya posisi motor saya mengganggu sekali bagi pengendara lain.). "Ada bengkel di sana," kata si Bapak. Secercah harap muncul namun layu kembali karena saya ingat, satu saya nggak bawa duit, dua motor ini kan kaga bisa jalan. Oh mai gad.

"Em, tapi motornya kan gak bisa jalan Pak." (modus)

Bapak itu mengangguk-angguk, tak lama dia bilang, "Saya panggilin bengkelnya mau?"

"Boleh Pak, tolong ya Pak!" Jawab saya semangat. (modus berhasil!)

Aduh semoga bapaknya beneran manggilin bengkel ya. Semoga saya nggak di PHP batin saya. Astaghfirullah, sempet-sempetnya negative thinking. Ampuni Aim ya Allah.

Tak lama ada dua emas-emas dengan motornya menghampiri saya. Emas berwajah santun namun bertato penuh, gondrong dan tindikan.

Woi, mas mau ngapain? Jangan macem-macem ya, emang saya cewek cantik apaan? Tapi ternyata mereka nggak ngegodain saya... yee GR tingkat amerika latin. Ha ha

Ternyata mas ini adalah mas bengkel yang dipanggil oleh Bapaknya. Tanpa banyak basa basi mereka langsung mengecek motor saya. "Kampasnya habis mbak, besi diadu besi, jadi nggak bisa jalan." Saya sempet tertegun. Ya ampun masnya penampilan sangar gini tapi baik banget. Jadi ngefens #halah malah salah fokus.

"Oh gitu, terus kalau ganti kampas bisa? Bayar berapa ya?"
"Kalau yang kaya gini 40 mbak,"

Duh nggak bawa duit sebanyak itu saya. Lalu saya melihat motor mio yang tadi dipakai si emas, jeng jeng ide jeniuspun muncul, "Saya nggak bawa duit nih, pinjem motor buat ngambil ke ATM boleh?"

Boleh dong, boleh dong, boleh dong (komat-kamit dalem hati.)

"Boleh mbak!"

Horeee

Lalu Bapak yang tadi manggilin bengkel pamit, sambil bilang "mbaknya beruntung loh, nggak sampai jatuh." Deg. Kata-kata Bapak ini...

Di jalan menuju ke ATM saya merenung, bagaimana kalau Mio ini saya bawa kabur, motor saya yang itu ambil aja nggak papa deh. Wooo ngawur. Nggak lah, saya beneran merenung. MasyaAllah, kelihatannya simpel tapi semua sungguh tidak simpel. Allah sudah atur semuanya. Kapan saya berangkat dari rumah, di mana saya macet, bagaimana cara macetnya, tokoh-tokoh yang membantu, semua sudah Allah atur. Dan semua diluar kendali saya sebagai manusia.

Saya yang tadinya hanya merasa senang karena ada yang nolongin menjadi sangat bersyukur. Ya Allah, bener kata Bapak itu, alhamdulillah saya nggak jatuh. Bagaimana kalau skenarionya agak lain, saya berangkat malam hari, di tempat ramai, kendaraan saya gas dengan ngebut, tiba-tiba ban ngunci, pasti saya tidak seimbang, lalu jatuh, ketabrak kendaraan lain, dan... apalagi saat itu saya sedang menyanyi, bukannya dzikir... naudzubillahimindzalik.

Selama ini kita memang bersyukur, tapi menganggap semuanya biasa saja. Yah, seperti memang sudah seharusnyalah begitu. Padahal semuanya kompleks. Semua diatur Allah dengan sangat detil, jam demi jamnya, detik demi detiknya. Untuk kita. Saat kita diberi kesempatan untuk bangun dari tidur, bukankah Allah juga bisa melakukan sebaliknya untuk kita? Saat kita bisa bernafas bebas, bukankah mudah bagi Allah menahan udara untuk kita? Semuanya tidak sederhana, tapi kita menganggap segalanya terlalu sederhana. 

Ya Allah...

Maaf, jika hamba baru sadar bahwa apapun yang berhubungan dengaMu, semuanya luar biasa, AMAZING!

Terimakasih juga kepada tiga orang baik yang hari ini nolongin saya. Semoga Allah balas emas-emas dan Bapak sekalian dengan yang lebih baik. Semoga putra-putri emas-emas ( ya, benar emasnya sudah berputra dan berputri. Sedih sih tapi ya sudah lah #loh? Opo iki maksude?) jadi putra-putri nan shaleh salehah dan baik hati seperti papah-papahnya. Aamiin. 

Kita memang perlu belajar untuk mensyukuri nikmat Allah secara berlebihan, karena selama ini kita sudah begitu mahir menyepelekan -marQuote-





Monday, December 8, 2014

Rindu, Cinta, Waktu, dan Siapa

Hidup adalah kumpulan sesuatu yang tidak pernah tuntas. Semuanya dimulai tapi sedikit sekali yang bertemu titik. Rindu yang terpahat di atas kulit kayu itu, segaris demi segaris, minggu demi minggu, selalu menunggu tanpa tau kapan bertemu. Cinta yang dilontarkan ke atas lalu digenggam angkasa, seperti begitu nyaman di sana dan entah kapan kembali.

Tapi satu hal. Semuanya pasti berakhir, selesai maupun tidak. Semua pasti berakhir dengan sebuah jawaban atau tanda tanya. 

Waktu, dia begitu acuh memainkan perannya. Tidak bisa diajak kompromi. Waktu-waktu sudah diatur untuk begitu, patuh pada sang maha. Waktu untuk ini ,waktu untuk itu, dibatasi hanya segini atau segitu, tapi dia tidak mau tau apakah rindu-rindu itu telah bertemu atau masih membutuhkan perpanjangan waktu untuk menunggu. Apakah cinta itu sudah membumi dan dipeluk lagi atau masih tergenggam di angkasa dan minta waktu untuk bisa turun sebentar lagi.

Dan rindu yang setia menunggu berhak lelah juga lalu menyerah, apalagi jika masa menunggunya membuat ia kehabisan waktu. Pun Cinta, ia berhak tidak berharap lagi lalu pulang.

Namun, bukankah menyerah membuat resah? Karena jiwa ditinggalkan dalam dahaga. 

Maka jalan satu-satunya rindu bisa mengubah objek yang dirindunya, cinta bisa diperbolehkan mencari pengganti. Siapa?

Dia, yang tidak akan membiarkan menunggu. Dia, yang sedari dulu memeluk hangat dari segala penjuru. Dia, yang tidak terhalangi dimensi waktu. Abadi selamanya. Mengatur waktu

Monday, November 10, 2014

Aku memilih pulang

Aku sadar, bahwa aku sudah terlalu banyak bertanya. Tentang ini dan itu. Tentang masa depan yang tidak terlihat bahkan setitik saja. Aku tidak bisa menerawangnya, memastikan apakah semuanya akan menjadi baik-baik saja atau menjadi buruk. Tapi aku sibuk menerka-nerka, menghubung-hubungkannya dengan apa yang terjadi padaku kini. Dan akhirnya aku begitu ketakutan menghadapi apa yang belum terjadi. Seperti anak SD kelas satu yang ketakutan tidak lulus ujian nasional. Gagal. Aku telah gagal memahami...

Aku tahu, segala sesuatu di alam semesta ini berkaitan. Keputusan yang kita ambil sekarang akan berdampak pada apa yang terjadi esok. Tapi terkadang aku lupa, Allah yang sesungguhnya akan mengatur segalanya. Dan aku memilih jalan pulang...

Alhamdulillah, di tengah kekalutan, aku punya sesuatu yang bisa kudengar. Nasihat dari seorang syaikh. Terimakasih kepada Allah yang telah menciptakan manusia-manusia cerdas yang mampu memotong dimensi ruang dan waktu sehingga aku yang ada di Indonesia bisa mendengar ceramah luar biasa dari ustadz di Amerika sana. 

Shalat Istikharah, itu judul ceramahnya.

Saat kita bingung, kalut, lalu kita ingat Allah, melakukan istikharah, tandanya kita sudah memasrahkan dan mempercayakan segala urusan kepadaNya. Ketika hal itu terjadi, tenanglah, Allah akan mengatur segalanya untuk kita, sebaik-baiknya.

Mungkin kita sering menggunakan GPS, saat kita pergi dan salah arah maka GPS tersebut akan berteriak, wrong direction, atau semacamnya. Intinya GPS tersebut akan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Nah, dalam Islam, Shalat istikharah adalah GPS kita. 

Saat sudah melakukan istikharah dengan tulus, benar-benar pasrah tanpa memperturutkan hawa nafsu, jangan menyesal. Allah telah menunjukkan jalan terbaikNya untuk kita.

Lepas istikharah, kita juga bisa meminta nasihat pada orang-orang yang mengerti, yang lebih berpengalaman,bisa jadi jawaban mereka adalah bagian dari jawaban istikharah, karena sesungguhnya jawaban istikharah tidak perlu menunggu mimpi.

JawabanNya adalah sebuah kemantapan dalam hati. 

Lalu bagaimana kalau kita salah mengambil keputusan?

Karena sejak awal kita telah mempercayakan semua pada Allah, maka Allah akan membuat yang baik-baik saja untuk kita. 

Istikharah memang bukan hanya perkara nikah, tapi karena selama ini istikharah identik dengan hal tersebut maka contoh ini juga akan mengarah ke sana.

Misal kita shalat istikharah untuk memilih pasangan. Lalu tanpa kita tahu, ternyata keputusan kita salah. Allah yang akan mengatur segalanya, akan ada sesuatu yang terjadi yang membuat pernikahan kita tidak jadi terlaksana. Mungkin kita sakit, tapi itulah keputusanNya. Yang terbaik untuk kita.

Namun jika pernikahan tersebut baik untuk dunia dan akhirat kita, Allah akan arrange agar pernikahan tersebut terjadi. Tenanglah :)

Bacalah doa istikharah ini, betapa kepasrahan pada apa yang Allah pilihkan untuk kita begitu menenangkan batin. Allah....

Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy.”

Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”. Beliau bersabda: “Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu”. (HR. Al-Bukhari no. 1162)
Allahuakbar!

Aku memilih pulang. Aku percaya saja padaNya, apapun yang Dia mau, aku mau. :)
 


Tuesday, October 28, 2014

Ketepatan Ketetapan

Membayangkan kedamaian, sesuatu yang rasanya ada di hati. Tidak terdefinisi, tapi kita merasa tenang saat dia ada. Apalagi jika dia datang di saat yang tepat. Saat hidup terbentur dengan berbagai hal yang tidak kita inginkan.Ia seperti setetes embun di atas daun yang mulai kering. Sedikit, tapi yang sedikit itu begitu menyejukkan.

Hidup adalah kumpulan ketetapan. Dan ketetapan yang telah ditetapkan untuk kita, semua merupakan hak Nya. Kita tidak bisa memilih, mengambil yang kita inginkan atau membuang yang tidak kita mau , namun untungnya Allah membekali kita dengan sesuatu yang ampuh, doa.

Ya, kita memang tidak bisa memilih untuk melekatkan ketetapan yang kita anggap baik saja. Tapi kita bisa meminta agar Ia menetapkan sesuatu yang baik-baik saja dan menjauhkan ketetapan yang buruk terhadap kita.

Masalahnya, kita tidak tahu apa-apa. Sedangkan Allah begitu maha tahu. Allah tahu bagaimana menetapkan ketetapan terbaik untuk kita, dengan pengetahuanNya, dengan caraNya yang sayangnya berbeda dengan keinginan kita.

Lalu kita menganggap bahwa ketetapan yang Ia tetapkan salah besar, tidak tepat sasaran. Kita berteriak, menggugatNya “Seharusnya tidak begini!” Hanya karena semua tidak berjalan sesuai keinginan hati.

Kedamaian itu bukannya datang, malah menjauh. Kita sibuk berprasangka buruk. Entah pada orang-orang sekitar, pada kehidupan, bahkan pada pencipta kehidupan.

Tapi bukankah aneh, ketika manusia yang tidak tahu apa-apa menyalahkan Allah yang maha tahu. Bukankah dengan seperti itu kita akan terlihat pilon?

Ya, pada kenyataannya kita memang pilon. Untuk itulah kita harus belajar. Belajar menyadari bahwa dengan kemahatahuan Allah, segalanya serba tepat. Tidak mungkin meleset termasuk ketetapan untuk kita.

Kita hanya perlu percaya bahwa segala ketetapan telah diatur oleh sang maha kuasa dengan sebaik-baiknya. Kita tidak perlu cemas, jikapun kita masih merasa ketetapannya kurang tepat, kelak Ia akan memberikan jawaban yang membuat kita percaya bahwa segala ketetapan ini memang yang terbaik, insya Allah. Dan saat itulah damai akan mendekat, lalu pelan-pelan masuk ke dalam hati. InsyaAllah...


Dan... sadarkah, bahwa damai ini juga sebuah ketetapan-Nya?



Thursday, October 23, 2014

Tutorial pancingan membuat quotation

Helow, kali ini saya akan memenuhi janji yang sudah sejak kapan hari dibuat. Banyak yang tanya cara untuk membuat quotation seperti ini :

Tidak butuh corel atau photoshop untuk membuat quote di atas. Selama ini saya pun membuat marQuote hanya via tab.

Jadi buat temen-temen yang mau ikutan bikin, ada beberapa hal yang harus diketahui.
1. Gunakan smartphone android-layar sentuh. (Mungkin di luar android bisa, tapi sayanya yang nggak tau :p )
2. Gunakan tab. Ini sih hanya untuk memudahkan saja, tab kan punya layar lebar, bahkan bisa buat telenan
3. Unduh dari google play >> picsart : untuk mendesain , pixlr: untuk bikin tulisan.
Memori picsart memang guedhe, dibutuhkan kesabaran saat mengunduhnya, tapi yakinlah kesabaranmu akan berbuah indah :D

Nah, berhubung ini cuma tutorial pancingan jadi saya tidak akan memberitahu caranya sampai detil. Harapannya sih teman-teman bisa berkreasi sendiri dan menemukan sendiri cara terasik bikin quotation versi kalian ;)

so, cekidot

TAHAP 1
1. Buka picsart >> draw >> draw blank

2. Atur ukurannya, supaya bisa diupload di instagram aturlah ukurannya menjadi persegi yang artinya ukuran width dan heightnya sama (yaelaaah pasti kalian dah ngerti kan, maaf saya bawel :D)

3. Setelah diatur ukurannya dan di "OK" akan ada gambar putih, udah tinggal centang ajah.

4. Berikutnya, perhatikan bar bagian bawah geser ke kiri dikit daan cari bagian "shape mask" >> klik




5. Keluarlah beberapa shape di bar bagian bawah. Kalian tinggal pilih yang sesuai hati nurani. Loh-loh tapi kok nggak keliahatan. Itu karena backround yang kita buat tadi warna putih. Untuk mengubahnya menjadi pola-pola, coba klik bagian pojok kiri bawah.


Kalian pilihlah mau pola yang mana...

6. Tadaaaa akan jadi seperti ini . Kalau sudah mantab, klik centang dan save. Cara savenya, habis dicentang nanti di pojok kanan atas akan ada icon download, nah tinggal di klik ajah. Sorry belom sempet nge skrin syut.

TAHAP 2
Di tahap 2 ini, kita akan mulai menulis-nulis menggunakan pixlr. Kenapa nulisnya nggak pake picsart sekalian? Karena di picsart kita cuma bisa nulis sebaris-sebaris. Kalau di pixlr kita bisa menulis separagraf, selain itu kita juga bisa membuatnya jadi rata kanan, kiri dan tengah. Bukan cuma itu pilihan font di pixlr lebih banyak dari picsart :)

Mulai yaa...
1. Buka pixrl . Biasanya sih gambar yang barusan kita save akan muncul di bagian "fresh". Tapi kalau nggak ada, klik "photo" dan carilah gambarmu di galery


2. Mohon maaf gambarnya beda, ane pake gambar lain, tapi intinya sama kok. Setelah di buka gambarnya, lihat di bar bagian bawah lalu klik "type".

3. Akan ada banyak pilihan font, pilih salah satu
Tulis kata-katamu lalu di OK


4. Loh kok nggak kelihatan? Jangan panik. Nggak kelihatan karena font kita berwarna putih. Kalian bisa ubah dengan meng klik "color" dan kalian bisa atur warnanya.

5. Selesai, tapi kalau kalian merasa tulisannya kegedean atau kekecilan, bisa kalian atur dengan mencubit-cubit bagian tulisannya :D. Final step, tentu saja apa yang kalian buat harus di save . Selesaaaiiiii!!  horeee!! :D


Nah teman-teman, itu tadi cara membuat quotation. Sederhana kan?

Well, di picsart kalian juga berkreasi dengan fitur "clipart". Untuk mendapat pilihan yang banyak kalian bisa klik shop dan unduh beberapa hal gratisan di sana :D. Oke selamat membuat quotation, kalau udah jadi aku di tag ya di FB ;)