Friday, September 12, 2014

 
“Saat kita jatuh cinta, kadang kita tak punya pilihan selain terus jatuh”
Annisa,  gadis  15  tahun  yang  periang,  terbuka  dan  bergaya  tomboy.  Memasuki  masa awalnya  bersekolah  di  SMA  Tunas  Bangsa,  ia  berkenalan  dan  akhirnya  bersahabat   dengan Jelita,  gadis  15  tahun  yang  berjilbab,  ayu  namun  pemalu  dan  pendiam.
Memasuki  masa  awal  sekolah,  ketika  dilakukan  presentasi  sejumlah  ekskul,   perhatian Annisa  tertumpah  pada  sosok  Ananda,  penggiat  Rohis,  yang  tinggi,  berkulit   putih,  tenang dan  ganteng  namun  tak  mengenal  konsep  pacaran.  Sementara  Jelita   tertarik  dengan aktifitas  Rohis  dan  segera  bergabung.
Annisa  jatuh  cinta  pada  pandangan  pertama  pada  Ananda.  Namun  ia  melihat  Ananda lebih memperhatikan  Jelita  yang  berjilbab.  Annisa  pun  memutuskan  berjilbab  hanya agar Ananda memperhatikan  dirinya.
Siapa  menyangka  jika  ternyata  Jelita  pun  diam-­‐diam  memendam  rasa  suka  pada Ananda.  Dan  membuat  persahabatannya  dengan  Annisa  retak.  Keputusan  Annisa yang berjilbab  dengan  alasan  yang  salah  menemukan  tantangannya  ketika  ia diterima mengikuti  program  pertukaran  pelajar  di  Amerika.
Akankah  Annisa  mampu  mempertahankan  jilbabnya?  Bagaimana  pula  dengan persahabatannya  dengan  Jelita?  Dan   apakah  rasa  sukanya  pada  Ananda   mendapatkan balasan  atau  hanya  bertepuk  sebelah  tangan?

Sunday, August 24, 2014

Catatan dua empat

Terimakasih, atas berkah usia ini... terimakasih atas semua yang bisa disebutkan tapi terlalu banyak sehingga butuh waktu dua puluh empat tahun untuk menyebutkan dan itu waktu yang panjang kan? Maksudku dua puluh empat tahun yang kugunakan untuk menyebut semua pemberianNya bisa kugunakan untuk melakukan hal lain yang akan menambah daftar panjang ucapan terimakasihku padaNya. Jadi kuputuskan -kuyakin Ia mengerti karena selama ini juga begitu- untuk menyatakan yang general saja, terimakasih untuk semuanya Rabb.

Maaf, atas kelalaian manusia usia dua empat... maaf atas semua yang bisa dirinci tapi terlalu banyak sehingga butuh waktu empat kali lipat dari dua puluh empat tahun yang berarti seabad kurang empat tahun untuk menyusun kesalahan-kesalahan yang masih kubuat, mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar terlihat dan besar tak terlihat. Maaf Rabb.

Saat sadar usia sudah dua empat sesungguhnya aku sadar juga bahwa jatah hidup berkurang. Maka di usia dua empat ini aku minta satu hal saja tapi besar. Em, sebenarnya aku memikirkan juga bagaimana kalau minta yang kecil-kecil tapi banyak? Ah, bagaimana ini? Nanti saja kuselesaikan urusan minta meminta ini dengan Ia yang maha pemberi, dan sebenarnya mungkin tidak mempermasalahkan apakah permintaannya dikirim saat hari lahir atau hari-hari biasa, sehari setelah hari lahir misalnya? Ya ya tentu Dia tidak mempermasalahkan, Dia kaya setiap saat, aku yakin.

Lalu untuk teman-teman yang ingat bahwa tanggal dua tiga agustus aku lahir, baik ingat secara alami ataupun diingatkan oleh mainan buatan Mark Z, lalu menyempatkan menulis ucapan selamat dan doa, em untuk yang ingat juga tapi saat akan menulis tiba-tiba banyak berpikir dan tidak jadi menulis -seperti takut aku ke GR an misalnya-  juga untuk yang mengucapkan langsung dengan tambahan cipika cipiki dan bingkisan, aku mengembalikan doa-doa itu pada kalian dengan bentuk yang lebih baik, kuberitahu rahasia, itu salah satu yang kumintakan pada Rabbku, entah mengapa untuk yang satu ini aku seperti meyakini bahwa Ia mengabulkan.

Sampai ketemu dicatatan dualima, semoga masih ada usia, semoga sudah ada si dia seperti doa yang paling banyak dikirimkan.

Tahun ini mempesona, tahun ini aku jatuh cinta, pada Mu sang kuasa

Wednesday, August 13, 2014

Romantisme Hatta dalam Tindakan Sederhana

Tuhan maha asik. Cara Allah membuat hambaNya tersenyum memang macam-macam, salah satunya adalah dengan menuntun hambaNya yang galau ini untuk menunjuk buku yang tidak masuk dalam list belanja sebelumnya. 

Jadi cimuters, ceritanya sore itu ane mau beli buku buat nemenin perjalanan ke Lampung. Pilihannya , Kening by Fitrop, Kedai 1001 by Vabyo, atau Kicau Kacau by Indra Herlambang. Dengan semangat 45 ane menuju Toga Mas, berharap dapet satuuuu aja buku itu supaya ane nggak suntuk di jalan. Eh tapi gaes, setelah ane ngiter, dan cek di kompyuter, nggak ada satupun buku inceran ane di tempat itu. Apa-apaan sih ni toko buku? Niat jualan kaga?

Friday, August 1, 2014

Salaman nggak yaaa?

SUMBER

Tiap ada momen ketemu keluarga, salaman dengan non mahram selalu jadi dilema tersendiri buat ane. Loh kenapa? Nah ini, pertanyaan kenapa ini yang jawabannya susah. Jadi cimuters, dari awal pas dapet hidayah dulu (saelah). Ane mengamati gerak gerik mbak-mbak akhwat dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Jangankan salaman, mandang ada mereka malu-malu meong. Itulah yang membuat ane "ikut-ikutan" buat nggak salaman dengan lawan jenis. Setau ane waktu itu, salaman dengan non mahram hukumnya dosa dan jujur ane nggak baca lietartur apa-apa, ane cuma percaya dan ngikutin apa yang dilakuin mbak-mbak akhwat tanpa bertanya lebih jauh. Kalau waktu itu ane ditanya, "Kenapa nggak salaman?" Jawaban yang ada di kepala ane cuma- ya kan non mahram, dari salaman itu nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesimpel itu. Dan ane nggak akan bisa jelasin alasan lebih detilnya . 

Tuesday, July 22, 2014

Mari Kita Pegang Erat-Erat

sumber gambar

Siang tadi sembari siaran, ane buka FB dan ngecengin notifikasi. Harapannya sih Michael Buble nge-tag ane dengan status "Dhita, Finally I know you're my best and Lupilato just somebody that I used to know" #jiakakakak... nunggu sampe ujan jengkol juga status kayak gitu nggak bakal nangkring di home dia. Hm tapi meskipun begitu ane sedikit terhibur dengan beberapa jempol yang nge  like status ane, dan... em... mengajak ane buat bermain Candy Crush Saga, serta Criminal Case. Not bad lah yaa... at least masih ada orang yang mau ngajak ane maen. Itu patut disyukuri.